Dunia politik Indonesia memasuki babak baru dengan munculnya fenomena kampanye di social media. Majalah Tempo bahkan bekerjasama secara khusus dengan social media monitoring Politicawave untuk memantau perbincangan di sosial media para kandidat.

Yang jadi pertanyaan adalah apakah Politicawave punya cukup kredibilitas sebagai social media monitor proses kampanye politik di Pilkada DKI Jakarta?

Politicawave menjadi penting karena ia bisa dilihat oleh siapapun tanpa harus login sebagai user (media monitoring lain biasanya harus login untuk melihat data-data percakapan di social media), ini menjadi sumber  opini politik yang kuantitatif yang sangat mempengaruhi keputusan pemilih dan pencitraan sang kandidat di masyarakat. Yang kedua adalah Politicawave menggandeng nama besar Tempo yang sudah terbukti secara sejarah kredibilitasnya di Indonesia. Jika Politicawave ini cukup kredibel memonitor maka menjadi kredit poin untuk Tempo, tapi jika ia tidak kredibel maka ini menjadi citra buruk untuk Tempo yang sudah punya reputasi di Indonesia.

Memantau dari hari-kehari apa yang dipaparkan Politicawave, saya melihat ada fenomena cukup aneh di Politicawave ini akhir-akhir ini. Di antara  keanehan-kenahen tersebut ada yang sangat merugikan kandidat tertentu.

#Keanehan 1 Politicawave menghapus dukungan terhadap kandidat tertentu di masa lalu.

Sangat aneh menghapus  data kandidat tertentu di masa lalu, dengan penghapusan tersebut otomatis jumlah dukungan kandidat tersebut jadi berkurang dan berada di bawah kandidat lain yang sebelumnya berada di bawah.

Lihat screen shot di bawah ini sebagai bukti:

Screen shot di bawah ini diambil tanggal 5 Juni 2012 jam 18.46, terlihat bahwa tanggal 30 Mei, 31 Mei, 1 Juni, 2 Juni, dan 4 Juni 2012 buzz Faisal-Biem selalu yang tertinggi, secara rata-rata ia menempati posisi teratas dari jumlah buzz.

 

Lalu bandingkan dengan data screen shot Politicawave di bawah ini, yang tanggal 7 Juni 2012 jam 00.16.

Pada screenshot kedua terjadi perubahan yang sangat drastis, jumlah buzz untuk Faisal-Biem tanggal 1 Juni, 2 Juni, 3 Juni, 4 Juni 2012 dihapus oleh Politicawave yang menyebabkan posisi Faisal-Biem jauh melorot ke bawah.

Jikapun misalnya Politicawave mengubah basis penghitungan buzz menurut saya justru malah membuktikan kelemahan Politicawave sebagai social media monitoring yang menggandeng nama media besar. Seharusnya ia memiliki basis penghitungan yang sudah teruji, bukan coba-coba. Apalagi ini menyangkut opini  politik yang sangat menentukan masa depan Jakarta.

#2 Politicawave memblok (tidak menghitung) perbincangan untuk kandidat tertentu.

Sebuah social media monitor mestinya mengkalkulasi perbincangan semua kandidat, karena jika ada satu saja kandidat yang perbincangannya tak terkalkulasi, ia cacat secara metode. Jika dari 6 kandidat tersebut ada 1 saja yang perbincangannya tidak tercatat, maka social media monitor  tak layak lagi memvisualisasikan pemilihan gubernur yang sesungguhnya.

Untuk mengujinya saya coba twit menggunakan akun @kotacobadeh untuk menguji apakah Politicawave menangkap perbincangan sy terkait kandidat tertentu. Saya mengambil sampel Faisal-Biem dengan kata kunci “Faisal Basri” .

Politicawave menampilkan percakapan secara realtime terkait kandidat. Tampilan realtime percakapan Politicawave sebelum saya berikan twit perbincangan “faisal basri” bisa dilihat di screen-shot di bawah ini:

Lalu saya buat twit yg digunakan untuk menguji apakah Politicawave memunculkan perbincangan Faisal Basri. Perbincangan memakai kata kunci “Faisal Basri” yang seharusnya muncul di paling atas tampilan Politicawave.

Hasil dari screen-shot beberapa menit setelah twit uji dilakukan terlihat di bawah ini: 

Lihat garis kuning di atas yang menjadi pembatas antara real time conversation sebelumnya dengan realtime conversation setelah dibuat twit perbincangan “Faisal Basri.” Twit tersebut tidak muncul di tampilan Politicawave, yang berarti bahwa twit perbincangan tentang “Faisal Basri” tersebut tidak dikalkulasi.

Ini fatal mengingat apa yang menjadi tampilan di “trend awareness”, “candidate electability”, “share of awareness” dan “share of citizen” adalah hasil akumulasi dari “realtime conversation” yang ada. Tidak dihitungnya “Faisal Basri” dalam  realtime conversation akan berdampak pada kecilnya parameter-parameter di atas. (trend of awareness, candidate electability, share of awareness dan share of citizen).

Lalu kita lihat hasil screenshot twit di realtime conversation di bawah ini:

 

Twit di realtime conversation di atas mengandung kata kunci “foke” , tapi apakah perbincangan tersebut terkait dengan pemilihan gubernur DKI?

#Akun bot di Politicawave

Ada yang mengkritik Faisal-Biem menggunakan akun-akun bot yang menyebabkan Politicawave menghapus data Faisal-Biem.

Sekarang kita uji apakah kandidat lain menggunakan bot atau tidak. Untuk mengujinya mudah saja, kita lihat   source yang dipake.

Menurut hasil penelitian saya terhadap most active user’s 3 kandidat di Politicawave, banyak sekali akun-akun twit otomatis (bot) yang perbincangannya dicatat oleh Politicawave. Bot-bot tersebut menggunakan dua source bot populer: Twitterfeed dan Dlvr.it.

Yang lebih parah lagi ada akun yang sudah disuspend Twitter masih dicatat sebagai perbincangan oleh Politicawave. Lihat pada gambar di atas di  user di perbincangan Jokowi, akun @jokowithebest adalah akun yang sudah disuspend Twitter. Screen shot saya ambil tanggal 7 Juni 2012 jam 00.39.

Dari data di atas, alasan bot menjadi sumber penghapusan data-data buzz dukungan Faisal-Biem oleh Politicawave tidak sepenuhnya tepat, mengingat akun-akun bot juga terjadi pada kandidat lain. Lantas apa sebenarnya yang menjadi alasan Politicawave men-downgrade Faisal-Biem? Ini yang harus dijawab.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa praktek politik di tanah air ini sedemikian kotor dan tidak transparan. Hadiarnya media sosial dan social media monitoring seharusnya bisa memperbaiki kualitas politik kita menjadi lebih transfaran dan fair. Tapi ketika alat social media monitor diragukan kredibilitasnya, nampaknya upaya perbaikan itu masih jauh.

 - Abah

 

 

Incoming search terms:

  • kredibilitas politicawave (1)