6 Kesalahan Berjualan di Instagram

4 menit untuk membaca

Berjualan Online adalah suatu yang tidak asing lagi. Kemudahan serta modal minim, dan jangkauan yang luas, adalah beberapa keunggulan-keunggulan utama dari berjualan online, jika dibandingkan dengan berjualan offline (konvensional). Maka dari itu, tak heran jika berjualan online ini cukup diminati. Sejak kedatangan awal pada tahun 2010, Instagram telah memberikan kesempatan bagi merek bisnis untuk menjadi audiens dan terlibat dalam komunikasi virtual mereka. Setiap hari, hampir setengah dari pengguna memanfaatkan aplikasi ini dan menghabiskan hampir 31 menit untuk menggunakan aplikasi. Instagram merupakan ladang bisnis bagi orang-orang yang sudah mahir memasarkan produk-produk mereka di Instagram. Berjualan online di Instagram memang salah satu peluang bisnis yang cukup menggiurkan, banyak orang memulai bisnis onlinenya dengan berjualan di Instagram, namun karena pemula dan baru terjun ke dunia online shop ada beberapa kesalahan yang diperbuat, sehingga menyebabkan jumlah follower berkurang dan jumlah pembeli menurun bahkan mungkin tidak ada.

Ada beberapa kesalahan yang menghambat penjualan Anda di sosial media Instagram. Oleh sebab itu ada bebrapa hal yang perlu Anda hindari agar tidak melakukan kesalahan di Instagram, yaitu:

1. Membeli Followers

Tidak ada salahnya menambahkah followers dengan cara membeli followers, namun perlu diingat bahwa followers yang Anda beli tersebuat merupakan fake followers atau followers yang tidak berpotensi menjadi pembeli. Followers yang Anda beli itu hanya akan menjadi pajangan di akun onlineshop Anda saja, jadi membeli followers munggkin tidak dapat menambah penghasilan tetapi dapat merugikan Anda. Jadi membeli followers itu kelihatanya saja banyak tapi tidak ada interaksi yang potensial.

2. Spamming di Akun artis / Selebgram

Banyak akun onlineshop yang melakukan spamming ke akun selebgram atau artis, cara ini sangat tidak elegant dan mengganggu banyak pemilik akun. Spamming seperti itu tidak akan berefek pada penjualan Anda, yang ada malah tidak profesional karena mengganggu orang dan juga terlihat seperti onlineshop abal-abal yang caper.
Jadi, hindari cara ini, OLshop Anda tidak ingin terlihat seperti sampah bukan? Untuk mendapatkan followers yang berkualitas, cara Anda pun juga harus elegant dan professional. Anda bisa endorse, sfs dan promosi.

3. Tidak Menyertakan Hashtag Sesuai Produk yang Dipasarkan

Menyertakan Hashtag saat membuat postingan sangatlah penting, karena hashtag merupakan kata kunci untuk melakukan pencarian di Instagram. Dengan menyertakan hashtag, online shop Anda dapat menjangkau lebih banyak orang dan berkemungkinan besar untuk mendatanggan pembeli baru. Ingat hashtag yang disertakan haruslah sesuai dengan produk Anda. Contohnya, misalkan Anda mejual baju batik, Anda dapat memberi hashtag dengan #batik, #batikmodern, #batikmurah, #batikbali, dan sebagainya yang sering dicari oleh para calon pembeli.

4. Tidak Mencantumkan Harga

Secara umum harga dalam berjualan online, harus dipublikasi. Secara keseluruhan mereka lebih memilih kemudahan, dan transparansi dalam hal harga, mengingat harga adalah suatu hal yang paling sensitif dalam hal berbelanja online. Mungkin pernah Anda temui online shop yang memposting produk jualannya, foto bagus, dengan caption yang menarik, namun tanpa disertai harga. Sepetrti itu adalah suatu kesalahan fatal. Mereka mungkin mendapatkan traffic/popularitas dari postingannya (banyak yang comment: berapa harganya bro/sis?), namun sedikit yang tertarik sedikit yang minat. Apalagi jika ditanya harga bilang “langsung WA saja atau Inbox saja”. Hindari kesalahan seperti ini.

5. Jualan hanya di Akun Pribadi Saja

Kelebihan dari berjualan online, salah satunya adalah jangkauanya yang luas. Jika Anda berjualan hanya memakai akun pribadi saja maka jangkauannya terbatas. Anda mungkin punya ribuan Teman di Facebook, Instagram dan Twitter tapi berjualan di akun pribadi tidak seefektif menggunakan akun khusus berjualan. Dengan memposting jualan Anda di akun pribadi bisa jadi Anda akan kehilangan teman (unfollow/unfriend) karena Anda keseringan ngiklanin produk Anda yang kebetulan produk Anda sama-sekali tidak diminati atau disukai teman Anda. Belajarlah untuk profesional dalam berjualan online. Mulailah membuat FB FansPage, Instagram khusus toko online atau berjualan di marketplace : Tokopedia, Bukalapak dan lain-lain atau jika Anda mempunyai dana berlebih, untuk meningkatkan kepercayaan terhadap toko online Anda, buatlah website untuk olshop Anda.

6. Memiliki sedikit konten yang diposting

Menurut sebuah studi oleh Union Metrics, sebuah postingan merek di Instagram rata – rata hampir 1,5 kali posting per harinya. Dalam studi yang sama, sebuah merek ternama akan mempostng satu konen visual dalam satu jam sepanjang hari mereka. Dan mereka melihat bahwa tingkat keterlibatan pengunjung jauh lebih banyak. Setiap pemilik akun Instagram yang mempertontonkan merek mereka memiliki waktu tertentu untuk memposting. Dan mereka konsisten memposting pada waktu yang sudah ditetapkan. Itu membuat pengunung mudah menemukan dan mengikuti apapun yang mereka posting. Nah, dari sini Anda bisa mulai membuat jadwal kapan saja Anda akan memposting konten. Jika Anda memiliki target 5 postingan setiap harinya, maka gunakan target itu dengan waktu yang terus sama dan konsisten.

Itulah beberapa hal yang harus Anda hindari untuk mempromosikan bisnis Anda melalui Instagram. Semoga bermanfaat.

By |2019-03-30T13:46:10+00:00March 30th, 2019|Online Shop, Sosial Media|0 Comments

Leave A Comment

four × five =