4 menit untuk membaca

Teori psikologi warna, dikaitkan dengan branding dan marketing adalah salah satu strategi bisnis. Tetapi teori ini cukup kontroversial. Karena beberapa orang ada yang mengabaikannya, sementara yang lain menganggap psikologi warna suatu yang cukup penting. Melihat kaleng minuman berwarna merah kira-kira di dalam benak Anda minuman apa yang langsung Anda ingat? Pepsi, Sprite, Mizone, Pocari sweat atau Coca-cola? Pastinya jawabannya sudah tahu dan begitu melekatnya warna merah dengan brand minumaan soda yang satu ini. Coca-cola berhasil melakukan branding dengan tepat hingga menghantarkan brand ini menjadi top of mindminuman soda di benak banyak orang. Pasalnya branding memberikan unique selling point yang tepat, hingga menumbuhkan kepercayaan lebih terhadap brand. Warna memegang peranan penting dalam dunia marketing maupun branding. Begitu pula dengan makna psikologis di baliknya. Tanpa penggunaan psikologi warna yang tepat, desain atau campaign sebagus apapun tidak akan ada artinya karena pesan yang dimaksudkan tak akan tersampaikan dengan baik. Psikologi warna adalah tentang persuasi yang menyentuh sisi psikologi manusia. Sedangkan warna itu sendiri mampu dijadikan sebagai alat untuk mengidentifikasi sebuah brand hingga meninggalkan kesan yang mendalam bagi emosi seseorang.

Psikologi warna dalam bisnis

Psikologi warna memungkinkan Anda memprediksi bagaimana pelanggan merespon pesan pemasaran lewat warna, tombol, dan tautan. Ada beberapa warna yang bisa Anda gunakan untuk melakukan psikologi warna sebagai berikut:

1. Kuning

Warna kuning dalam sebuah produk dinilai dapat membangkitkan perasaan optimisme, kejelasan, dan kehangatan. Jika dilihat dari segi psikologi, warna kuning dalam brand membuat customer terkesan mendapatkan pelayanan yang ramah dari anda. Warna kuning juga membuat produk anda lebih menonjol dibandingkan produk lain yang tidak menggunakan warna kuning. Jika anda memiliki visi dan misi melayani costumer dengan ramah serta agar produk lebih berwarna, anda bisa memilih dominan warna kuning.

2. Merah

Berani menjadi kesan yang paling menonjol dari arti warna merah. Efek tegas dan penuh semangat juga sangat kental terasa dari warna merah ini. Jadi jika kamu ingin meniru kisah sukses Coca-cola cobalah untuk memilih warna merah sebagai branding. Merah adalah warna yang menggairahkan, mendesak, dan memberikan antusiasme paling tinggi, meskipun tidak semuanya ditujukan untuk hal-hal positif. Seringkali warna merah dijadikan sebagai warna utama pada brand-brand makanan (khususnya fast food) untuk membangkitkan gairah orang yang melihatnya.

3. Biru

 

 

Melambangkan kepercayaan, kekuatan, kehandalan, dan ketenangan, serta pengetahuan luas. Umumnya biru digunakan sebagai warna utama perusahaan atau lembaga yang ingin dinilai kredibel dan profesional. Biru biasa dipakai oleh brand-brand besar yang bergerak di bisnis teknologi, farmasi atau kimia.  Warna biru memberikan kesan terpercaya dan juga dapat diandalkan. Tentunya konsep ini sangat sesuai dengan visi-misi dari teknologi.

4. Orange / Jingga

Ingin mencuri perhatian lebih banyak, memilih warna orange merupakan pilihan yang paling tepat. Warna orange memberikan kesan percaya diri yang kuat serta kegembiraan. Orange atau Jingga mrupakan warna yang cukup ceria serta juga selalu digambarkan mampu menarik perhatian. Jingga pun melambangkan antusias, percaya diri, dan kegembiraan. Kebanyakan orang lebih mengingat produk berwarna jingga karena lebih menonjol dibandingkan warna lain. Maka dari itu, anda bisa menggunakan warna ini pada brand atau produk anda jika tujuannya adalah ingin mendapatkan perhatian orang-orang.

5. Ungu

Ingin memacu daya imajinasi customer Anda? Coba gunakan warna ungu. Selain memacu imajinasi, warna ini bisa menimbulkan kesan kreatif. Ungu dilambangkan sebagai warna yang cukup mewah, mistisisme, bersifat ke-intim-an, menggoda dan kerahasian. Produk berwarna ungu biasanya mampu menciptakan imajinasi dan memukau mata. Warna ini banyak digunakan oleh produsen farfume terkenal agar terlihat lebih mewah.

6. Hijau

Warna alam adalah julukan bagi si Hijau. Diartikan sebagai sumber kehidupan, kesegaran, dan rasa aman. Biasanya hijau ini dipakai dalam sebuah perusahaan yang berbasis teknologi atau minuman. Karena juga memiliki arti kesuburan, warna hijau juga memberikan kesan ambisi, uang, dan kekayaan. Warna hijau dapat menyampaikan perasaan tenang, damai, dan menyampaikan gagasan pertumbuhan. Produk yang menggunakan desain warna hijau akan terkesan menawarkan kesegaran dan bersifat natural dari alam. 

7. Hitam

Warna hitam merupakan ketiadaan warna. Hitam melambangkan ketegasan, profesional, dan kredibilitas sebuah produk. Beberapa brand terkenal baik luar maupun dalam negeri sering menggunakan warna hitam sebagai warna logo mereka. Hitam biasanya diartikan sebagai warna yang misterius sebagai bayang-bayang atau yang lainnya. Akan tetapi dalam dunia desain, hitam meninggalkan kesan kuat, elegan, dan netral. Warna ini bagus bagi sebuah brand yang formal atau mengutamakan kecanggihan dalam produknya.

8. Putih

Warna ini dapat menyiratkan sesuatu yang bersifat suci, bersih, murni. Pemakaian warna putih dalam logo branding perusahaan juga akan memberi kesan santun. Warna putih akan terlihat kontras dan tegas jika dipadukann dengan warna hitam.

9. Coklat

Warna ini akan memberikan kesan kesederhanaan dan klasik. Jika Anda memiliki sebuah produk yang ingin Anda tampilkan dengan kesan sederhana, maka coklat adalah sebuah pilihan yang tepat. Beberapa produk yang bersifat retro atau kebahagiaan dalam bernostalgia juga cocok menggunakan warna coklat.

Ketika ingin menentukan warna yang akan digunakan dalam logo maupun merek brand Anda, maka ada baiknya jika Anda melakukan riset terlebih dahulu. Cobalah memilih warna yang berbeda agar konsumen tidak salah dalam mengenali produk Anda. Setelah itu, piihlah warna sesuai karakter produk yang Anda miliki dan perhatikan juga siapa target pemasarannya. Jika target pemasarannya adalah kaum wanita maka gunakan warna-warna lembut yang berkesan feminine.