3 menit untuk membaca

Banyak brand bisnis yang menggunakan social media khususnya Facebook dan Instagram untuk kegiatan marketing. Social media Facebook dan Instagram merupakan sebuah tool yang powerful untuk para marketer untuk berhubungan langsung dengan audience. Facebook dan Instagram juga memberikan data bisnis yang sangat banyak dan juga membantu kita untuk menargetkan customer ideal untuk bisnis. Penggunaan strategi marketing melalui Facebook dan Instagram sudah umum dilakukan oleh semua jenis usaha. Namun, masih banyak bisnis yang melakukan kesalahan dalam penggunaannya. Setiap social media marketing khususnya Facebook dan Instagram membutuhkan pendekatan, strategi, dan cara penggunaan yang berbeda. Lalu bagaimana Anda bisa menggunakan Facebook dan Instagram untuk memperkenalkan produk Anda? Anda harus menghindari setiap kesalahan bisnis. Dan kesalahan bisnis Facebook dan Instagram ada 6 jenis, yaitu: 

1. Tidak mengecek apakah produk tersebut laris dijual atau tidak

Tidak semua produk laku dijual di Facebook atau Instagram. Ada jenis produk yang laku dijual di Facebook tapi tidak laku ketika dijual di Instagram, ada juga yang sebaliknya. Jika produk Anda tidak laku dijual di Facebook jangan memaksakan untuk berjualan di Facebook. Percuma Anda split test dengan beragam cara jika pangsa pasar Anda tidak ada di Facebook. Dan begitu pula di Instagram. Jika produk Anda tidak atau kurang laku di Instagram jangan memaksakan berjualan di Instagram.

2. Copywriting kurang baik 

Copywriting memang tidak bisa langsung handal. Diperlukan latihan terus menerus untuk mengasah skill. Cobalah cek dan evaluasi kembali jika iklan Anda masih sering boncos atau tidak sesuai dengan yang Anda harapkan. Jangan-jangan teknik copywriting Anda masih buruk. Belajar ulanglah kepada pakar copywriting. Coba intip-intip cara penulisan campaign bisnis lain yang menurut Anda copywritingnya bagus. Siapa tahu ada hal baru yang bisa Anda pelajari dari sana.

3. Copy Paste dari Brand lain 

Walaupun kelihatannya simple, social media marketer tidak seharusnya meng-copy brand dari perusahaan lain. Marketer perlu menampilkan sebuah content yang tidak bisa diprediksi agar membuat audiencenya penasaran dan terus terlibat dengan brand mereka. Menurut prinsip psikologi terkait dengan social media, pengguna mengharapkan adanya variasi dalam content dan voice. Voice yang dimaksud bukan efek suara, logo audio atau segala sesuatu aspek suara dari sebuah brand. Tapi lebih ke arah gaya komunikasi dan gaya Anda dalam menulis. Brand yang menciptakan voice yang unik akan mendapat lebih banyak follower dan engagementnya lebih baik dibandingkan brand lain yang meng-copy voice dari brand lain.

4. Membeli Followers dan Like

Suka atau tidak, jual beli followers Instagram dan like Facebook memang menjadi bisnis besar. Banyak startup yang ingin memiliki followers dalam jumlah banyak secara instan menggunakan jasa jual beli followers. Sayangnya, banyak sekali akun, khususnya akun untuk bisnis dengan followers palsu. Alhasil, hanya kelihatanya followers banyak tapi tidak ada interaksi apapun. Ada baiknya apabila Anda menaikkan jumlah followers melalui kualitas konten serta jadwal posting yang konsisten. Bisa juga dengan endorse dan promote. Meskipun agak sedikit lama untuk menaikkan followers dengan cara ini, namun setidaknya Anda memiliki followers yang potensial untuk membeli produk Anda.

5. Kurang bersemangat membuat gambar atau video yang menarik

Anda tidak bisa fotografi ataupun videografi tidak bisa menjadi alasan untuk tidak membuat gambar atau video yang bagus untuk iklan Anda. Coba amati bagaimana video atau gambar yang bagus untuk sebuah iklan. Jika gambar atau video Anda kurang menarik, jangan malas untuk membuat gambar atau video yang bagus. Tools, aplikasi editing, dan jasa videografer atau fotografer sudah banyak bertebaran. Tinggal kita saja yang mau proaktif untuk menggunakannya atau tidak.

6. Gampang nyerah saat split test

Dalam split test tahap awal, tentunya tidak ada jaminan iklan Anda segera profit. Terkadang dibutuhkan usaha ekstra untuk menemukan winning campaign. Jika Anda gampang menyerah, bagaimana Anda bisa menemukan winning campaign tersebut? Jadi, jangan cepat menyerah saat split test.

Demikian 6 hal yang perlu diperhatikan untuk evaluasi project iklan Anda di Facebook dan Instagram. Semoga menginspirasi!