HomeUmumJangan Sampai Termakan Berita Hoax! Ini 5 Cara Mengeceknya

Jangan Sampai Termakan Berita Hoax! Ini 5 Cara Mengeceknya

Author

Date

Category

Berita palsu atau berita bohong atau yang sekarang dikenal dengan hoax sudah ada sejak jaman dulu. Namun, sejak adanya internet kabar hoax semakin merajalela. Bagi penyebar kabar hoax pun bisa terancam hukuman penjara. Dalam pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) melarang:

Setiap Orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.

Walaupun ada sanksi hukum, masih banyak orang yang menyebarkan berita hoax.

Kadang sulit untuk mengetahui apakah informasi yang di share adalah informasi hoax atau infornasi yang benar. Agar kamu tidak menjadi salah satu orang yang termakan informasi hoax, saya share 5 cara mengecek informasi hoax.

1. Cek Fakta ke situs berantas hoax

Kominfo dan Turn Back Hoax bisa untuk mengecek apakah informasi yang kamu dapatkan benar atau hoax.

Untuk informasi yang sifatnya internasional, kamu bisa melihat dari PolitiFact.com, Hoax Slayer, atau Snopes.com. Situs-situs tersebut dapat memeriksa apakah sebuah berita itu benar atau berita palsu / hoax.

2. Cek foto ke Google Image

Dengan ‘Search Image’ dari Google kita dapat menelusuri sebuah gambar atau foto. Kamu bisa memanfaatkan fitur tersebut untuk mengetahui apakah foto yang di share seseorang memang asli atau hoax.

3. Cek Narasumbernya

Kredibilitas dari suatu informasi yang kita terima harus berasal dari sumber yang terpercaya sehingga informasi tersebut bisa benar-bebar dipertanggungjawabkan. Kabar hoax yang kadang melalui pesan berantai di WhatsApp maupun yang lain dan membawa nama seorang narasumber, lakukan konfirmasi pada narasumber tersebut.

Jika ragu, kamu bisa cari informasi adakah sumber lain yang menyebutkan nama narasumber tersebut dengan isi yang sama.

4. Hati-hati judul provokatif

Informasi hoax biasanya diberi judul yang provokatif dan berbau sensitif bahkan SARA. Hoax memang dibuat provokatif bahkan dibuat yang seprovokatif mungkin untuk membangkitkan emosional penerima informasi tersebut sehingga banyak orang mudah termakan informasi hoax tersebut.

5. Siapa yang menyebar informasi?

Lihat siapa yang menyebar informasi. Jika informasi yang dibagikan meragukan, tanyakan pada si pengirim dari mana informasi yang dia dapatkan. Karena bisa jadi si pengirim tersebut termasuk orang yang termakan hoax. Jadi konfirmasi terlebih dahulu.

Itulah cara mengecek berita hoax. Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Linda Barbara

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Vestibulum imperdiet massa at dignissim gravida. Vivamus vestibulum odio eget eros accumsan, ut dignissim sapien gravida. Vivamus eu sem vitae dui.

Recent posts

Recent comments