HomeUmumKebocoran Data Terjadi Lagi

Kebocoran Data Terjadi Lagi

Author

Date

Category

Pada periode tahun 2020 sampai tahun 2021 terdapat 8 kasus yang terjadi di Indonesia. Kebocoran data tersebut meliputi data pemerintah, platform e-commerce, perbankan dan juga kesehatan.

Peretas mencuri data-data pengguna dan menjualnya ke forum gelap.

Adapun data-data itu seperti nama akun, foto profile, e-mail, tanggal lahir, nomor telepon, dan juga data pribadi lainnya yang tersimpan.

Berikut ini rangkuman kasus kebocoran data yang terjadi di Indonesia periode tahun 2020 sampai 2021.

Maret 2019-Mei 2020

Bukalapak yang baru IPO pernah mengalami kebocoran data. 13 juta data dijual di situs Dream Market Pakistan dan 13 juta lain dijual di hacker Startexmislead pada Raid Forums.

Mei 2020

Kelompok hacker ShinyHunter mengaku telah menjual 1,2 juta data pengguna milik startup Bhinneka.com. Kerugian yang ditaksir sebesar Rp17,8 juta.

Mei 2020

Pada bulan yang sama Tokopedia juga mengalami kebocoran data sebesar 91 juta data pengguna. Harga yang di banderol diperkirakan sebesar Rp72juta. Data yang bocor terjadi sebelum tokopedia merger dengan Gojek.

November 2020

Sebanyak 5,8 juta data pengguna RedDoorz bocor dan dijual di Raid Forums dengan jumlah Rp28,2 juta. Data yang bocor berupa nama, password, nomor Hp, jenis kelamin, dan foto profil pengguna.

November 2020

Selain RedDoorz, pada bulan yang sama 2,9 juta pengguna Cermati.com juga dicuri oleh hacker dan dijual seharga Rp32juta bersama dengan 17 jutaan data dari 17 perusahaan lain.

Mei 2021

Rekor kebocoran data dipegang oleh lembaga negara BPJS Kesehatan. Gak tanggung-tanggung data yang bocor sebesar 279 juta pengguna! Data dijual di forum online Raid Forum.

Juli 2021

Data pengguna sekitar 2 juta nasabah BRI Life, perusahaan asuransi kesehatan dan jiwa di bawah BRI, diduga telah dicuri dan dijual bebas di forum-forum online. Peretas masuk lewat komputer beberapa pegawai BRI & BRI Life.

September 2021

Terbaru! 1,3 juta data pengguna e-Hac diduga mengalami kebocoran. Nggak hanya itu, data yang bocor juga mengungkapkan seluruh infrastruktur pada aplikasi e-Hac, seperti data tenaga kesehatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Linda Barbara

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Vestibulum imperdiet massa at dignissim gravida. Vivamus vestibulum odio eget eros accumsan, ut dignissim sapien gravida. Vivamus eu sem vitae dui.

Recent posts

Recent comments