6 menit untuk membaca

Di jaman milenial seperti sekarang ini, media sosial menjadi salah satu hal yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita sehari-hari. Data menunjukkan dari tahun ke tahun, jumlah pengguna media sosial kian meningkat. Tak heran jika media sosial menjadi salah satu channel marketing yang sangat efektif. Tidak lain karena penggunaannya yang mudah, murah, serta menjangkau lebih banyak konsumen secara tepat sasaran. Media sosial telah memberi pengaruh pada kita mengenai bagaimana kita mengakses informasi dan juga berkomunikasi dengan orang lain. Tak hanya digunakan personal, media sosial juga dimanfaatkan oleh komunitas, brand, maupun pemerintahan untuk menjangkau audiensnya.

Algoritma sendiri sederhananya adalah sebuah rumusan, kalkulasi matematika. Media sosial sendiri juga memiliki algoritma, yang menentukan arus informasi dan amplifikasi dari konten yang dipublikasi.

Namun, seperti halnya tren yang kerap berubah, social media marketing juga tidak pernah stagnan di satu cara. Salah satunya adalah penggunaan algoritma untuk menampilkan konten di dalamnya. Media sosial  Facebook, Instagram, maupun Twitter telah menerapkan algoritma untuk menyaring konten agar tetap relevan dan tidak mengganggu kenyamanan pengguna dalam bermedia sosial.

Beberapa advertiser merasa tidak puas dan kecewa terhadap perubahan kebijakan ini. Pasalnya, penerapan algoritma untuk menyaring konten dianggap akan “mengurangi” jumlah iklan yang muncul. Selain itu, algoritma juga selalu berubah sehingga hal itu menuntut usaha lebih dari para advertiser untuk tetap menjadikan iklannya unggul dan tampil pada setiap laman customernya.

Cara kerja algoritma di media sosial

Media Sosial pada dasarnya berpijak pada percakapan dan interaksi. Media sosial yang tujuan awalnya adalah menghubungkan dan berinteraksi dengan orang, sekarang tak sedikit media sosial dijadikan bisnis marketing. Media sosial seperti Instagram dan Facebook kini diandalkan sebagai media promosi produk jualan secara online. Karena banyaknya pengguna yang menggunakan media sosial untuk berbisnis, maka terciptalah Instagram Bisnis. Facebook pun sama, ada Facebook Bisnis. Cara ini disediakan untuk membantu meningkatkan engagement maupun mengembangkan bisnis online menjadi lebih besar. Ada cara lain untuk meningkatkan engagement yaitu memahami algoritma media sosial. Jika paham, konten yang diposting mudah berada di urutan teratas.

Algoritma Facebook

Facebook memiliki rata-rata pengguna aktif mencapai 1.4 juta dan merupakan media sosial yang paling sering digunakan para penggunanya. Jika Anda menggunakan Facebook Marketing, satu hal yang pasti ingin Anda pahami, yaitu Algoritma Facebook. Algoritma Facebook membantu dalam membuat postingan dengan jumlah besar yang orang dan pebisnis bagikan setiap harinya dan memilih postingan apa yang muncul pada linimasa mereka berdasarkan banyak sekali faktor.

“Interactions is the new Engagement” . Postingan yang memiliki interaksi seperti komentar dan shares lebih bagus daripada post yang hanya mendapat banyak likes dan reactions. Selain itu, postingan Facebook dengan komentar lebih panjang akan dianggap lebih baik daripada postingan yang memiliki sediki komentar.

Facebook mengutamakan post dengan interaksi dan komentar

Facebook mengutamakan postingan yang memiliki banyak interaksi dan komentar. Postingan-postingan  yang di-share oleh orang-orang dan mendapat reactions, serta postingan yang dapat menginspirasi percakapan di kolom komentar.

Facebook akan mengurangi konten dari brands, bisnis, dan media. Anda akan melihat lebih banyak konten dan post dari teman-teman dan keluarga Anda. Postingan dengan komentar dan interaksi yang banyak tetap akan muncul lebih dulu dibanding postingan yang memiliki sedikit komentar dan interaksi. Komentar yang lebih panjang dinilai memiliki engagement yang lebih tinggi.

Video bukan prioritas

Tidak peduli seberapa informatif dan menghibur, video tidak akan menjadi prioritas Facebook. Ini karena Facebook menganggap bahwa menonton video adalah sebuah kegiatan pasif yang tidak mendorong terjadinya percakapan.

Meski begitu, live video tetap akan diprioritaskan oleh Facebook. Karena live video mendapat enam kali lebih banyak interaksi dibanding video biasa. Interaksi seperti inilah yang mereka inginkan dengan algoritma Facebook.

Facebook Groups menjadi prioritas

Facebook Groups adalah salah satu cara bagi orang-orang untuk berinteraksi secara personal di Facebook. Oleh karena itu, konten dari Groups juga akan menjadi prioritas dalam menyusun timeline Anda. Facebook juga memiliki halaman Groups for Business agar bisnis bisa memiliki satu platform khusus untuk komunitas mereka.

Algoritma Instagram

Tujuan awal dari instagram adalah menciptakan sebuah ruang bagi komunitas, maka konten- konten yang terbangun dalam komunitas yang baik akan meningkatkan nilai sebuah konten. Posting dalam waktu yang teratur, atau setidaknya setiap hari, akan memudahkan Anda  untuk tampil lebih sering di timeline followers Anda. Jika Anda sering berinteraksi dengan genre konten tertentu, maka genre inilah yang lebih sering ditampilkan.

Sebanyak 60% post yang tampil di Instagram terlewat dari jangkauan penggunanya. Hal itu disebebkan, karena post yang dibuat oleh pengguna Instagram mencapai ribuan setiap harinya. Dengan adanya algoritma, kita tidak perlu khawatir iklan kita akan tertumpuk oleh post-post yang ada di media sosial. Instagram memastikan bahwa algoritma ini akan membuat 30% post yang dilihat oleh user di Instagram adalah “post terbaik” yang pantas untuk dinikmati, dan tentu saja relevan dengan topik yang kita sukai.

Meski kemudian adanya algoritma ini mengurangi impression pada setiap post yang kita buat, tetapi setidaknya kita dapat memastikan jumlah yang sedikit tersebut memiliki konversi yang lebih besar. hasilnya, kita dapat menghemat budget dengan profit yang lebih maksimal.

Berikut ini adalah tips meningkatkan engagement dari algoritma Instagram.

1. Konten Menarik dan berkualitas Secara Konsisten

Ketika kali pertama kali upload konten di Instagram, postingan tersebut hanya akan disebarkan ke 10% followers yang dipunya. Hal ini dilakukan semacam seperti tes ombak, apakah postingan itu layak untuk disebarkan ke semua audiens atau tidak. Jika postingan itu mendapat engagement (likes, comments, direct shares) yang bagus, baru akan disebarkan ke 90% audiens yang belum melihat.
Tips: Anda dan teman komunitas bisnis online shop bisa saling like dan komentar setiap postingan. Hal ini sangat membantu sebuah postingan dirasa ‘hidup’ oleh Instagram.”

2. Hindari Edit Caption

Untuk caption, sebaiknya jangan ubah selama 24 jam. Proses editing hanya akan membuat postingan Anda tidak terlihat oleh followers. Karena itu, sebaiknya jangan ubah caption. Jika harus editing karena typo, akan membuat kesempatan dilihat lebih banyak audiens akan berkurang cukup drastis. Mengubah caption akan membuat konten Anda tidak menyebar dan semakin sedikit terlihat dilihat followers. Yang tidak kalah penting, jangan menghapus postingan lalu diposting ulang. Karena algoritma Instagram tidak akan ‘membaca’ postingan Anda.

3. Respon cepat membalas komentar dan pesan DM

Estimasi menjawab komentar di 1 jam pertama posting berkhasiat meningkatkan keterlibatan dengan followers. Perubahan algoritma Instagram mengharuskan Anda merespon komentar dalam waktu 60 menit. Artinya, jika lebih dari itu komentar tersebut baru dibalas, kemungkinan postingan untuk lebih dilihat banyak orang akan menurun. Karena ketika Anda memberikan komentar maupun membalas komentar akan masuk ke kolom following activity (di bagian kolom likes), hal tersebut bisa dilihat audiens.

4. Gunakan Hashtags yang Sesuai

Salah satu faktor penting memposting konten di Instagram adalah dengan menggunakan hashtag. Hashtag dapat membantu Anda terhubung dengan siapa saja. Baik akun personal mapun komunitas dan lebih bayak lagi pengguna di seluruh dunia. Anda juga bisa menjangkau mereka yang sebelumnya tidak pernah Anda tahu dimana dan apa yang mereka sukai. Penggunaan hashtags yang efektif hanya berjumlah 5 hashtags berbeda saja. Gunakan strategi penggunaan hashtags menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan.

5.Instagram Stories

Saat Anda memposting video yang berkaitan dengan konten bisnis Anda, maka ini menjadi cara yang terbaik untuk menarik perhatian follower dan membuat mereka mau menghabiskan lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan Anda. Adanya fitur highlight stories, bisa sebagai trigger untuk membuat konten video lebih menarik  dan kreatif lagi.