3 menit untuk membaca

Usaha Anda sedang mengalami penurunan? Omset Anda turun secara drastis? Itu hal yang biasa dalam bisnis. Semua pebisnis pasti akan mengalaminya. Naik turun dalam usaha hal yang lumrah. Satu waktu mengalami kenaikan, di waktu lain mengalami penurunan. Namun begitu, disaat omset Anda menurun, bukan berarti hal ini menyebabkan Anda menjadi patah semangat. Justru mencari jalan keluar adalah tantangan yang harus Anda selesaikan. Ada banyak hal yang menyebabkan sebuah bisnis mengalami penurunan omset, mulai dari pergerakan tren yang sangat cepat hingga persaingan yang sangat ketat untuk bisnis yang sama. Jika kedua permasalahan ini yang menjadi sumbernya, tentu saja solusinya cukup mudah. Anda mesti terus mengikuti tren dan membuat inovasi-inovasi baru agar produk Anda selalu fresh sehingga tetap diminati konsumen. Selain itu beberapa penyebab omset menurun antara lain:

  • Kualitas produk menurun.
  • Harga terlalu tinggi.
  • Kurang kreatif dalam menciptakan produk.
  • Pelayanan yang kurang memuaskan.
  • Kurang memaksimalkan promosi di Sosial Media.
  • Lokasi Usaha.
  • Persaingan yang ketat.

Lalu bagaimana solusinya? Berikut ini beberapa solusi ketika bisnis / omset Anda menurun.

1. Evaluasi Bisnis Anda

Penjualan bisnis yang menurun tentu membuat Anda frustrasi. Jalan keluar pasti dapat ditemukan, namun Anda harus terlebih dahulu menemukan penyebab dari penurunan penjualan Anda. Tetapi, Anda akan sulit menemukan jalan keluar jika Anda berpikir dalam keadaan stres. Sebaiknya Anda mengambil waktu untuk beristirahat sejenak dari aktivitas bisnis Anda dan memanfaatkan momen tersebut untuk mengevaluasi bisnis Anda. Entah karena strategi marketing yang salah, target market yang tidak tepat, atau layanan pelanggan yang buruk, semua kesalahan tentunya dapat diidentifikasi dengan lebih mudah ketika pikiran Anda jernih.

2. Tentukan Lagi Tujuan Anda

Setelah Anda dapat menemukan penyebab dari penurunan penjualan bisnis Anda, kini saatnya bagi Anda untuk menentukan lagi tujuan Anda. Yang paling mudah dilakukan adalah membuat tujuan-tujuan jangka pendek. Misalnya, mungkin Anda ingin memperbanyak iklan Anda di media sosial, jadi Anda bisa memfokuskan pengeluaran Anda untuk digital marketing dan berhemat untuk hal-hal lain. Lakukan aktivitas bisnis yang paling menghasilkan profit untuk bisnis Anda dan tidak menguras terlalu banyak biaya.

3 . Memaksimalkan Kinerja Anda

Pada saat kondisi biasa, mungkin Anda lebih santai dalam bekerja. Namun, jika omset sudah mulai menurun, kinerja Anda harus dipacu. Anda harus kerja extra. Cari tahu, apa yang menyebabkan konsumen menjadi lesu untuk berbelanja di tempat Anda.

4. Meningkatkan Promosi

Meningkatkan promosi harus Anda lakukan saat bisnis sedang menurun. Anda bisa memanfaatkan berbagai media untuk berpromosi. Media sosial yang mempunyai cakupan konsumen lebih luas bisa menjadi alternatif bagi Anda. Dengan cara ini, ada tambahan konsumen yang melirik pada bisnis Anda dan berpeluang meningkatkan keuangan bisnis. Promosi di sosial media merupakan cara ampuh untuk meningkatkan penjualan. Anda bisa endorse atau atau briklan di sosial media.

5. Strategi Marketing Baru

Zaman terus berkembang, perubahan terus terjadi, maka jangan pernah berhenti mengenali cara marketing terbaru. Ubah strategi promosi kuno, gunakan banyak media dan sarana seperti media sosial atau aplikasi online terkini lainnya. Jangkau lebih banyak sasaran konsumen bisnis Anda.

6. Refreshment

Segarkan kembali tampilan atau packaging bisnis Anda, mungkin saja orang sudah mulai jenuh dengan tampilan luarnya. Berikan sentuhan pada produk Anda, Berinovasi agar produk Anda terlihat lebih menarik dari sebelumnya.

Satu hal yang tidak boleh Anda lepaskan adalah sebuah keyakinan bahwa rezeki ada yang mengatur dan tidak pernah tertukar. Maka kalau sekarang bisnis Anda sedang menurun, maka akan ada masanya lagi bisnis Anda kembali stabil. Terus berupaya untuk mengatur strategi bisnis Anda. Memulai sebuah bisnis hingga berkembang mungkin bisa dipelajari dengan tidak begitu sulit, namun dalam menjaga stabilitas bisnis untuk jangka panjang, dibutuhkan ketekunan dan fokus yang cukup tinggi. Semoga artikel ini bermanfaat.