Saat saya masih duduk di bangku SMA, saya sering membayangkan: “Andai saja suatu hari nanti saya bisa punya bisnis yang cukup dijalankan dari depan komputer, tapi bisa hadir di banyak negara.”

Waktu itu, internet masih terbatas. Saya bahkan belum tahu bagaimana caranya. Tapi gambaran itu terus melekat: duduk online, tapi bisnis berjalan di banyak negara. Cita-cita itu saya simpan lama—sampai akhirnya pada 26 September 2009, untuk pertama kalinya saya memberanikan diri membuat listing produk di eBay.

Yang saya unggah hanyalah sebuah kaos biru bertuliskan “I’m Huge on Tweeter”. Saya tidak punya toko. Tidak punya pengalaman jualan. Bahkan modal pun sangat terbatas. Hanya sebuah laptop, internet seadanya, dan satu akun eBay.

Namun di balik satu listing itu, saya menyimpan satu harapan: “Apa mungkin saya bisa menjual sesuatu… ke luar negeri?”

Empat Hari Kemudian, Saya Terdiam di Depan Layar

Tanggal 30 September 2009, notifikasi eBay masuk:
“Your item has been sold.”

Produk saya — kabel data dan charger iPod/iPhone — terjual ke seorang pembeli dari New York bernama Yovanny Garcia. Jumlahnya tidak besar, hanya $1,60 USD, tapi itu adalah transaksi internasional pertama saya.

Saya tidak melonjak gembira. Saya justru terdiam. Rasanya seperti mimpi. Dari tempat saya di Jakarta, saya berhasil mengirimkan sesuatu ke Amerika.

Gelombang Pesanan Mulai Datang

Dalam dua minggu pertama Oktober 2009, pesanan datang silih berganti:

  • Kaos Michael Jackson ASCII terjual ke Norwegia
  • Kaos Mafia Wars dibeli oleh orang Australia
  • Kaos Halloween habis terjual ke pembeli dari berbagai kota
  • Produk kecil seperti card reader MicroSD dan kabel charger terus dibeli
  • Semua pembayaran masuk melalui PayPal

Semua pengiriman saya lakukan via internet, tanpa menyentuh fisik barang


Pada awal tahun 2010, setelah menjalankan eBay selama beberapa bulan, saya menyadari ada peluang lebih besar: bukan hanya jualan sendiri, tapi membuat sistem agar orang lain juga bisa jualan.

Lahirnya US-Dropship.com

Pada awal tahun 2010, setelah menjalankan eBay selama beberapa bulan, saya menyadari ada peluang lebih besar: bukan hanya jualan sendiri, tapi membuat sistem agar orang lain juga bisa jualan.

Maka pada awal Maret 2010, saya meluncurkan us-dropship.com. Sebuah website sederhana tanpa kantor, tanpa karyawan, hanya saya sendiri. Tapi dengan sistem itu, saya bisa membantu lebih banyak orang di Indonesia menjual barang ke luar negeri — tanpa stok dan tanpa pengalaman teknis.

Dalam waktu kurang dari satu bulan, website itu menjaring lebih dari 100 member aktif. Barang-barang dari sistem saya telah dikirim ke lebih dari 15 negara: Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Prancis, Turki, Israel, Belanda, Brazil, dan lainnya.

Dan dalam waktu cukup singkat, saya telah berhasil melakukan lebih dari 10.000 pengiriman ke berbagai penjuru dunia.

Apa yang dulu hanya jadi khayalan waktu SMA — bisnis online lintas negara yang saya kelola dari satu laptop — perlahan berubah menjadi kenyataan.

Apa yang Saya Pelajari

  1. Jangan takut bermimpi, karena mungkin suatu saat akan terwujud. Saya tidak menyangka impian absurd jaman SMA dapat terwujud nyata.
  2. Satu langkah kecil bisa membuka dunia. Saya hanya coba-coba listing kaos, tapi ternyata membuka pintu global.
  3. Yang penting bukan modal, tapi keberanian untuk mulai. Saya tidak punya bisnis plan besar. Tapi saya punya rasa penasaran dan kemauan belajar.
  4. Bukan soal cepat jadi besar, tapi konsisten melangkah. Dari satu barang dikirim sendiri, sampai akhirnya ribuan barang menyebar ke seluruh dunia.

Penutup: Jika Saya Bisa, Siapa Pun Bisa

Saya tidak memulai dari tempat yang istimewa. Hanya dari ruang kecil, dengan perangkat terbatas, dan banyak ketidaktahuan. Tapi dari situlah semuanya bermula.

Satu listing, satu impian. Dan impian itu—pelan-pelan, diam-diam—mengubah arah hidup saya.

Jika cerita ini bermanfaat untukmu, semoga bisa menjadi pengingat bahwa kita tidak perlu menunggu sempurna untuk mulai. Kadang, satu tombol “list item” saja bisa menjadi langkah awal menuju dunia yang belum pernah kita bayangkan.

Share This Story, Choose Your Platform!